Feb 17, 2012
fadli

Suami Ideal Adalah

Ia yang senantiasa memiliki cinta dan kasih sayang dalam jiwanya
Ia yang mampu menundukkan egonya sehingga mudah mengalah, cepat mengakui kesalahan dan ada banyak maaf dalam dirinya
Ia yang mampu membahagiakan istri, dan merasa senang jika bisa membahagiakan istrinya.Totalitas selalu dalam menggapai keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.
Ia yang selalu fokus melihat sisi kebaikan dan kelebihan istri, serta cepat melupakan kekurangan istri.
Ia yang memiliki peta kasih yang lengkap terhadap istrinya. Mengetahui karakter, sifat apa yang disukainya dan tidak.
Ia yang selalu mendekat kepada istri, bukan menjauh.
Ia yang memiliki keterampilan praktis kerumahtanggaan.
Ia yang memberikan kesempatan dan dorongan kepada istri untuk maju, berkembang dan berprestasi.
Ia yang selalu tampak “young and fresh” di hadapan istri.
Ia yang selalu memperbarui motivasi dan menguatkan kembali makna ikatan dengan istri.

Karenanya, ketika aku pun menjauh dari karakter-karakter itu itu, maka ingatkanlah aku..
Karena aku akan berjuang untuknya.. ^^
Aku Pun bukan lah seorang lelaki yang sempurna, dan kusadari bahwa dirimu pun tidak sempurna.. Kita bukanlah malaikat, bukanlah manusia super yang terbebas dari kelemahan.. Kita hanya manusia biasa saja, yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Untuk itulah Allah mengutus mu untuk mendampingi ku melengkapi kekurangannya, untuk memperbaiki sisi kelemahannya
Semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita…. Cinta Untuk mu Selalu..

Jan 16, 2012
fadli

Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,

Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku…

Semua itu karena aku mencintaimu,

Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu

May 28, 2011
fadli

Surat Cinta Tuk Calon Istriku yang Sholihah

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah, pagi ini membaca tulisan yang bagus dari notes di facebook. Cukup baik dan layak baca, makanya saya pengen share di blog ini. Selain itu, ingin menjadi arsip buat nanti, kala sudah memiliki istri, dan akan memberikan ini untuk dia. Atau entar buat sendiri aja kali ye.. hehehe

================

Pertama-tama adalah mesti engkau sadari, bahwa sesungguhnya aku tak akan menilai kecantikan wajahmu dibalik jilbab yang engkau kenakan, serta harta yang kau miliki sebagai daya tarik untuk menikahimu. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatanmu kepada Dienul Islam itu yang utama.

Memang hal ini sangat musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan manusia, sehingga wanita-wanitanya sudah tidak malu lagi untuk menjual kecantikannya dan berlomba-lomba memperlihatkan aurat dengan sebebas-bebasnya demi memuaskan hawa nafsu jahatnya. Continue reading »

May 17, 2011
fadli

Buat Apa Bersedih ?

Buat apa bersedih, karena qadha’ telah ditetapkan, takdir pasti terjadi, pena-pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan pun telah dilipat, dan semua perkara telah habis ditetapkan. Betapapun, kesedihan kita tidak akan mengajukan atau mengundurkan kenyataan yang akan terjadi, dan tidak pula akan menambahkan atau menguranginya.

Buat apa bersedih, sebab kesedihan itu akan mendorong kita untuk menghentikan putaran roda zaman, mengikat matahari agar tak terbit, memutar jarum jam kembali ke masa lalu, berjalan ke belakang, dan membawa air sungai kembali ke sumbernya semula.

Buat apa bersedih, sebab rasa sedih itu laksana angin puyuh yang hanya akan mengacaukan arah angin, membuat air bah di mana-mana, mengubah cuaca langit, dan menghancurkan bunga-bunga nan indah yang ada di taman.

Buat apa bersedih, sebab orang yang bersedih itu ibarat seorang wanita yang mengurai pintalan tenun setelah kuat pintalannya, ibarat seorang yang meniup wadah yang berlubang, dan ibarat seseorang yang menulis di atas air dengan tangannya.

Buat apa bersedih, sebab usia kita yang sebenarnya adalah kebahagiaan dan ketenangan hati kita. Oleh sebab itu; jangan habiskan usia kita dalam kesedihan, jangan boroskan malam-malam kita dalam kecemasan, jangan berikan menit-menit kita untuk kegundahan, dan jangan berlebihan dalam menyia-nyiakan hidup, sebab Allah tidak suka terhadap orang-orang yang berlebihan.
Dan buat apa kita bersedih, saat senyum lebih berharga dari seonggok berlian…

May 5, 2011
fadli

Biar Lelah, Tetap Tersenyumlah ^_^

Alhamdulillah, hari ini pulang dari kampus dengan keadaan yang lebih baik. Jari yang habis tabrakan kemarin udah berangsur-angsur membaik. Bener ternyata, ketika sebuah kenikmatan itu diambil sedikit saja, kita baru merasa kehilangan. Buktinya baru jari tengahku saja yang luka, membuat aku tidak produktif dalam menjalani kuliah. Terutama dalam hal menulis laporan-laporan praktikum. Karena itu sudah sepatutnya kita bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Salah satunya adalah dengan tersenyum.

Sungguh belakangan ini adalah salah satu masa-masa terberat dalam hidupku. Begitu banyak ujian yang datang di saat yang bersamaan. Ujian akan amanah-amanah yang kuemban, hingga tanggung jawab sebagai hamba terhadap Tuhannya. Semuanya harus dilakoni dengan sangat adil.

Satu hal yang bisa kulakukan untuk melepaskan penat yakni dengan mengembangkan senyum disaat masalah-masalah itu terlalu berat. Dengan senyum, orang-orang disekitar kita juga akan menangkap pancaran senyum kita dan mengembalikannya dalam bentuk letupan semangat. Ya, aku mendapat semangat, ketika melihat orang lain senang.

Tahu kenapa ? Karena jika diibaratkan, senyum itu laksana ‘balsem’ bagi kegalauan dan ‘salep’ bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. “Bersedih itu hanya akan memadamkan kobaran api semangat, meredakan tekad, dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat penyakit demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya. Mengapa demikian? Tak lain, karena kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan dan bukan menggerakkan. Dan itu artinya sama sekali tidak bermanfaat bagi hati. Bahkan, kesedihan merupakan satu hal yang paling disenangi setan. Maka dari itu, setan selalu berupaya agar seorang hamba bersedih untuk menghentikan setiap langkah dan niat baiknya.

Sudah cukup terus-terusan meratapi kesedihan. Sungguh tak ada gunanya lagi. Aku harus menatap masa depan yang ada diluar sana. Tantangannya sekarang lebih berat lagi. Batu-batu yang menghadang semakin bervariasi dan terkadang cukup tajam untuk melukai kaki. Karena itu, saat ini sedang aku siapkan sepatu-sepatu kulit nan kuat untuk menghadapi kerikil-kerikil tajam itu.

Meski demikian, pada tahap tertentu kesedihan memang tidak dapat dihindari dan seseorang terpaksa harus bersedih karena suatu kenyataan. Berkenaan dengan ini, disebutkan bahwa para ahli surga ketika memasuki surga akan berkata, {Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.} (QS. Fathir: 34) Ini menandakan bahwa ketika di dunia mereka pernah bersedih sebagaimana mereka tentu saja pernah ditimpa musibah yang terjadi di luar ikhtiar mereka. Hanya, ketika kesedihan itu harus terjadi dan jiwa tidak lagi memiliki cara untuk menghindarnya, maka kesedihan itu justru akan mendatangkan pahala. Itu terjadi, karena kesedihan yang demikian merupakan bagian dari musibah atau cobaan. Maka dari itu, ketika seorang hamba ditimpa kesedihan hendaknya ia senantiasa melawannya dengan doa-doa dan sarana-sarana lain yang memungkinkan untuk mengusirnya.

Sekali lagi, dengan senyumanlah semua itu akan mudah.
Dengan senyuman, masalah-masalah besar akan mudah dipecah menjadi masalah-masalah kecil

Senyuman itu ibarat tetesan air di dalam gua.
Walaupun ia ringan dan mudah menetes, tapi jika lama kelamaan, akan membuat batu yang besar sekalipun dapat retak.

Tak apa jika senyuman itu tak ikhlas pada awalnya,
namanya juga belajar.. entar lama-lama senyuman itu juga akan menjadi ikhlas seiring dengan pembiasan itu.

Aamiin..

Mari kita tersenyum :)   

May 4, 2011
fadli

Menundukkan Pandangan…

Menundukkan pandangan ? Hmm.. hal yang semakin sulit dilakukan saat ini. Dulu saat masih SMA, saat masih di Makassar juga, ketika lingkungan sangat mendukung, mudah sekali. Tapi sekarang ? Ketika interaksi dengan lawan jenis menjadi semakin tak berbatas tegas, sulit sekali. Tapi apakah ini pantas dijadikan alasan ? Ah, tidak nampaknya.

Mencoba merefleksi diri, sudah seberapa sering pandangan ini tak terjaga ? Sudah seberapa sering pandangan pertama tetap saja diperhatikan hingga pandangan-pandangan berikutnya. Terkadang senyum, tawa yang membahana pun turut serta. Astagfirullah.. Mudah-mudahan Allah mengampuniku.

Menjaga pandangan, sangat mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan. Memang akan sangat mudah dilakukan ketika lawan jenis kita sudah paham hukumnya. Namun, saat ini menemukan yang paham sungguh sulit dan jarang. Cukup banyak yang mengumbar pandangan, senyuman, gurauan yang tak berbatas lagi. Namun, kembali merefleksi lagi, “Masa ghaddul bashar pilih-pilih?” Tidak, harusnya tak boleh pilih-pilih. Semuanya harus disamakan. Harus menjaga pandangan kepada yang udah paham, maupun kepada yang belum paham sekalipun. Tahanlah pandanganmu ! Semuanya, tanpa terkecuali. Bagi yang belum paham, mereka harus dibiasakan.

Diri ini pun tahu bahaya pandangan yang tak terjaga. Sangat liar, ibarat anak panah yang lepas dari busurnya. Tajam, begitu dalam menghujam di titik sasaran. Menyisakan luka, yang membuat hati bertambah menghitam. Kelam.

Bersabarlah, tunggu saja. Ada saatnya nanti, ketika pandangan kita nanti menjadi halal untuk ditujukan pada orang yang tepat. Untuknya, sang penyempurna agamamu. Silahkan kau pandang lekat-lekat wajahnya. Tak lupa dengan senyuman ikhlas dan kasih sayang. “Maka nikmat Rabb-Mu manakah yang akan engkau dustakan ?”

“Sungguh, aku berlindung kepada Mu, dari pandangan yang tak terjaga”

May 2, 2011
fadli

Sepucuk Surat…

Ukhti, aku malu..
Di saat yang lain berjuang keras dengan cita-citanya..
Aku di sini lemah karena mu..

Di saat yang lain fokus belajar untuk masa depannya..
Aku di sini memikirkan mu..

Di saat yang lain berusaha untuk melupakan urusan asmara..
Aku di sini bercucuran air mata jika mengingatmu..

Kalau sampai kita merasakan sakitnya, bukankah memang seperti itu seharusnya ukh.. Dan bukankah inilah konsekuensinya.. Continue reading »

May 2, 2011
fadli

Untuknya…

Bismillahiirahmaanirrahiin
In The Name of Alloh The Most Gracious The Most Merciful

Teruntuknya, seseorang yang telah Allahu Ta’ala persiapkan untukku.

Betapa banyak kejadian yang telah terjadi padaku belakangan ini. Yang melalui cara ini, engkau menunjukkan rasa sayangMu padaku, seorang hamba yang masih diliputi lumuran dosa.

Sungguh saat awal kejadian itu, sebuah kejadian yang cukup membuatku depresi, aku berburuk sangka padaMu, bahwa kepergiannya adalah hal yang buruk bagiku. Astagfirullah. Ampuni aku ya Allah, telah salah menilai takdir ini.

Sungguh, saat ini baru aku mengerti maksud semua ini. Hanya karena satu alasan, bahwa Engkau mencintaiku, Engkau sangat sayang padaku. Karena itu, Engkau tak ingin aku terjerembab dalam jurang yang sangat dalam, dalam sekali.

Jodoh itu..

Aku tak tau siapa kelak dirimu. Sosokmu ibarat kotak misteri yang belum saatnya aku buka saat ini. Penasaran, rindu, ingin tahu, semua menjadi satu rasa yang tak terdefinisikan. Bahkan degup jantung pun tak bisa mengikuti irama hati yang selalu memburu. Aku benar-benar tak paham, namun penasaran. Dan setiap sentilan hati ini coba ku nikmati, sebagai fitrah dan nikmat dariNya Sang Maha Kuasa. Continue reading »

Apr 23, 2011
fadli

Penghibur di Kala Sedih

Bismillah..

Sungguh beruntung seorang Muslim itu, jika diberi ujian ia bersabar dan jika diberi nikmat ia bersyukur. Pernyataan ini bisa menjadi obat pelipur lara dikala kita sedang dirundung musibah dan kenikmatan.

Beberapa hari terakhir ini pun aku mengalami apa yang sudah menjadi ketetapan Allah, sebuah ujian. Ujian mengenai seberapa besar rasa cintaku padaNya, sebuah ujian tentang tawakal dan kesabaran, sebuah ujian mengenai selalu berhusnudzon padaNya.

Ya Allah, aku yakin, engkaulah pengatur hidup hamba. Karena itu, hamba percaya bahwa apapun yang menimpa hamba saat ini adalah bagian dari rencanaMu yang pasti berbuah kebaikan bagi hamba. Aamiin. Continue reading »

Pages:123»